Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hashim Djojohadikusumo Sebut Jerman Gantikan AS Pimpin Konsorsium JETP US$20 Miliar

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengaskan Jerman bakal mengganti posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin konsorsium JETP.
Utusan Khusus Presiden RI Prabowo Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo./Bisnis-Nyoman Ary Wahyudi
Utusan Khusus Presiden RI Prabowo Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo./Bisnis-Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA —Utusan Khusus Presiden RI Prabowo Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengaskan Jerman bakal mengganti posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin konsorsium Just Energy Transition Partnership (JETP). 

Hashim menuturkan keputusan pemerintah Jerman itu disampaikan pekan lalu. Saat itu, menurut Hashim, dia bertemu dengan delegasi pemerintah Jerman. 

“Pemerintah Jerman memutuskan untuk menggantikan posisi Amerika Serikat untuk mempimpin JETP,” kata Hashim dalam forum Indonesia Green Energy Investment Dialogue 2025 di Jakarta, Kamis (27/2/2025). 

Hashim Djojohadikusumo berharap program JETP di bawah pimpinan Jerman nanti bisa mendorong upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong proyek energi bersih. 

Menurutnya, pimpinan JETP sebelumnya, pemerintah AS belum mengalokasikan dana yang besar pada proyek transisi energi di Indonesia. 

“Mereka telah, saya dikasih tahu, hanya mengalokasikan US$112 juta beberapa minggu lalu,” kata Hashim. 

Seperti diketahui pakta iklim yang tergabung ke dalam kemitraan JETP itu sempat berjanji untuk menyediakan dana himpunan US$20 miliar setara dengan Rp299,74 triliun dari publik dan swasta selama 3 hingga 5 tahun mendatang untuk pemerintah Indonesia.  

“Kita bicara soal janji yang sempat disampaikan US$20 miliar, dan pendanannya masih sangat kecil, tapi kita masih sangat optimis,” kata dia. 

Skema pendanaan JETP itu terdiri atas US$10 miliar yang berasal dari komitmen pendanaan publik dan US$10 miliar dari pendanaan swasta yang dikoordinatori oleh Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ), yang terdiri atas Bank of America, Citi, Deutsche Bank, HSBC, Macquarie, MUFG, dan Standard Chartered.

Adapun, kemitraan JETP yang dipimpin AS-Jepang ini, termasuk di dalamnya negara anggota G7 lainnya, yakni Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, serta juga melibatkan Norwegia dan Denmark.   

Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membenarkan pertanyaan Hashim soal dana JETP yang masih seret dari AS. 

Executive Vice President of Energy Transition and Sustainability PLN Kamia Handayani membenarkan ucapan Hashim. Kamia menyebut belum ada anggaran dari JETP yang masuk untuk mendanai proyek transisi energi PLN.

"Memang seperti yang disampaikan oleh Pak Hashim tadi, JETP memang sampai saat ini belum secara konkret ya membiayai proyek dari PLN," katanya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper